Menu

Title

Subtitle

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.

Inilah Langkah Mengadakan Aqiqah Secara Islam

February 1, 2017

Aqiqah itu berguna memutus dan melubangi, dan ada juga yang menyebarkan bahwa akikah adalah seri bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, serta dikatakan juga bahwa akikah merupakan serabut yang untuk si momongan ketika menyembul. Adapun maknanya secara syari’at adalah satwa yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk bani yang baru lahir. Pengatur kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah / Al-'Iqqah berarti adalah serat makhluk yang baru dilahirkan, baik manusia atau satwa. Dinamai pula daripadanya hewan yang disembelih untuk bujang yang pertama lahir di dalam hari keseminggunya.

1. Pokok Hukumnya
Aqiqah hukumnya merupakan sunnah muakkad, sekalipun orang tua dalam kondisi sulit. Aqiqah dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru menyembul.

1. Nabi saw. berfirman:
“Setiap momongan tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur & diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Rumpun Majah no. 3165 dsb dari saudara Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini pada kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan menceritakan:
Bahwa Rasul saw. meng-aqiqahkan Hasan serta Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Dan dari Salman bin Amir Ash-Dhabiey, kalau Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, dan hilangkanlah daripadanya kotoran & najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Setiap anak simpatik aqiqahnya, jadi sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Duli Daud
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua sudut kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki serta seekor wedus untuk balita perempuan.

6. Hadits babad Malik serta Ahmad
Fatimah Binti Rasulullah saw SAW (setelah melahirkan Laksmi dan Husain) mencukur serabut Hasan & Husain lantas ia bersedekah dengan argentum seberat tolok rambutnya.

7. Hadits sejarah Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya terdesak dilakukan aqiqah untuk bani dua kontrol kambing yang sama umurnya serta untuk budak perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki & Anak Perempuan
Yang afdhal untuk bani disembelihkan 2 ekor kambing/domba yang seolah-olah dan umurnya bersamaan. Serta untuk budak perempuan 1 ekor.
Daripada Ummu Karz Al-Ka'biyah berkata: Aku tahu mendengar Rasulullah saw. menitahkan:

" Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mirip, dan untuk anak perempuan satu upaya. " & dibolehkan mono ekor sedia untuk anak laki-laki. Rasulullawh saw. pernah meninggalkan yang demikian untuk Hasan dan Husain r. a., seperti di dalam hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah apabila salah seorang diantara abdi mempunyai anak, ia menggorok kambing & melumuri kepalanya dengan sundut kambing ini. Maka sesudah Allah menyebabkan islam, abdi menyembelih kibas, mencukur ataupun menggundul oknum si bocah dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang2 pada masa jahiliyah jikalau mereka beraqiqah untuk seorang bayi, meronce melumuri randu dengan darah aqiqah, dan lalu ketika membabat rambut si bayi meronce melumurkan saat kepalanya’. Maka Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah itu dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Ruang Penyembelihan

1. Jika memungkinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Apabila tidak, oleh karena itu pada hari ke-14. Dan jika yang demikian masih bukan memungkinkan, oleh karena itu pada hari ke-21 daripada hari kelahirannya. Jika tetap tidak memungkinkan maka di kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, serta pada hari ke-empatbelas, serta pada hari kedua persepuluhan satu. "
Rangkaian Selanjutnya:
- Memberikan anak sebutan
- Menyikat rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Sedangkan syarat fauna kambing yang dapat dijadikan aqiqoh itu sama beserta syarat hewan qurban (kurban) sbb:
- Kambing: tertib berusia 1 (satu) tahun dan merasuk usia (dua) tahun.
- Domba: baik berusia 6 (enam) kamar dan merembes bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak piawai ada bagian badan satwa yang keburukan.
- Dagingnya tidak mahir dijual.

4. Bersamaan Rumpang Qurban serta Aqiqah.
Atas sini tampil pertanyaan, yaitu bolehkah menyatukan niat aqiqah dan kurban? Bila sesuatu itu diperbolehkan apakah dengan otomatis persembahan yang dikerjakan sekaligus bisa menggugurkan bujukan akikah? Hal hal ini ada dua pendapat:

Qurban yang ia tunaikan itu bisa sekaligus diniatkan aqiqah dan menyabot anjurannya. Penjelasan ini adalah opsi yang disampaikan oleh Mazhab Hanafi dan satu diantara riwayat Ahmad. Dari mimbar tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Putri Sirin, & Qatadah, setuju dengan wawasan ini. Mereka berargumentasi, wujud kedua kebiasaan sama, yakni mendekatkan muncul kepada Sang pencipta swt. dengan perantara sembelihan hewan. informasi lengkap Keduanya bisa saling melengkapi dan menimbun. Kasus hukumnya sama ketika shalat tentu di Masjid disertai secara niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, menyampaikan opsi ini.

Kedua ibadah itu bukan boleh disatukan dan gak bisa menjatuhkan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat ini disampaikan oleh Mazhab Maliki, Syafi’i, dan salah satu riwayat Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan kurban memiliki tumpuan yang luar biasa. Maka itu, satu setara lain gak boleh digabung. Latar belakang & motif papar kesunnahan kedua ibadah ini pun berseteru. Jadi, kurang tepat disatukan. Misalnya, denda yang berlaku di haji tamattu' dan denda yang berlaku di fidyah.

Go Back

Comment